Senin, 29 September 2008
tentang bulan puasa
ada cerita dan pengalaman neh selama puasa. pada hari pertama kami puasa ada pengalaman yang menyakitkan. di kosan cuma ada tiga orang waktu itu, aku, syam, dan idris. kita bangun jam 2.00 am. ngantuk banget. mana sepi lagi di sekitar. dan anehnya gk ada warung yang buka. mungkin kalo buka yang beli setan kali ya, la wong jam dua. ya akhirnya muter-muter gk karuan cari sumber kehidupan tadi. heran aku kok gak ada yang buka?? apa bakul2 itu lupa kalo puasa sudah dimulai?akhirnya ada sebuah warung dekat masjid, warung soto ayam. akhirnya kita bertiga makan soto ayam....
enak ya soto ayamnya. tapi ketika sampai di kosan, perutku la kok mulesss banget. waduh.... pas azan subuh tambah mules waduh gawat neh... dengan gaya seperti werkudoro aku langsung ke KM. dan byuuuaaaarrrr ahhhhhh legaaaaa. gile gue keracunan neh kayaknya.... wah soto ayam di pagi hari yang menyakitkan... jangan2 warung soto itu bukan warung yang sebenarnya...hiii...
pada minggu kedua, wah puasa semakin nikmat saja, panasnya hawa malang bukan main, klo malam dinginnya bukan main. malam yang dingin uenak buat ML ma selimut dan bantal.... aku juga terlena dengan nafsu tidurkuuu enak sampai ngilerrr... pas jam 2.30 idris bangunin aku. spontan aku bangun dengan wajah kucel kurang tidur. aku masih bermimpi ketemu dewi pujaanku.... akhirnya bangun deh buat makan saur. suasana masih ngantuk banget aku, padahal sudah cuci muka. berjalanlah kita anak sekosan, waktu itu ada 4 orang. aku ngantuk bangettsss. jalan sambil setengah tidur. la pas itu.:
syam:" he....Ceng awas ada ranjau!!!"
aku: "mmmmm huaaaa(masih ngantuk)"
pakde: "gung........!!!!"
dan itu kata pakde....ketika itu aku GUBRAKKKKKK kena tuh sampah dan tukang pemulung......hampir aja aku nyium tu pemulung, wah jadi saur muka orang deh aku....
idris: "tangi le...tangi....."
sekarang aku di kosan sendirian. teman2 pada pulang. aku nunggu cayangku dulu. ntar jam 3 aku pulang,...ahhh perjuangan neh......
Oke semua selamat LEbaran.......
Rabu, 10 September 2008
Helm
HELM
Oleh:
Agung Ari Widodo
(jeneng_pasaran@yahoo.com)
Benda yang satu ini tentu sangat dikenal oleh masyarakat. Bentuknya yang bulat menyerupai kepala ini merupakan pelindung kepala jika berkendara sepeda motor. Menurut pengertian dalam kamus Bahasa Indonesia, helm adalah pelindung kepala yang terbuat dari gabus atau atom (Idrus, 1996). Helm berasal dari Bahasa Inggris helmet.
Di masyarakat Indonesia helm berfungsi tidak hanya sebagai pelindung kepala. Fungsi kedua dari helm adalah sebagai syarat supaya tidak ditilang oleh Om Pol (Om Polisi). Jadi orang yang berkendara sepeda motor di jalan raya tanpa memakai helm harus siap untuk mendapatkan tilang dari Om Pol.
Agaknya masyarakat Indonesia belum memahami fungsi dari helm. Seperti pengertian di atas, halm adalah pelindung kepala. Jadi agar kepala kita aman, maka perlu memakai helm dalam berkendara sepeda motor. Kita semua tahu bahwa kepala merupakan anggota tubuh yang sangat vital. Di dalam tempurung atas kepala kita tersimpan otak yang merupakan komandan dari berbagai organ-organ tubuh kita dan juga sebagai pusat saraf. Nah bisa dibayangkan jika kepala kita terbentur benda yang keras.. Jadi memakai helm pada saat berkendaraan merupakan upaya untuk menjaga diri kita (kepala), bukan untuk syarat supaya tidak ditilang oleh Om Pol.
Selain untuk melindungi kepala, helm juga melindungi bagian tubuh yang lain, yaitu melindungi mata dari debu dan melindungi telinga dari kotoran polusi. Jadi Om Pol tidak salah untuk menilang, mereka para penegak hukum justru memberikan motivasi agar para pengendara sepeda motor memakai helm untuk keselamatan diri pengendara itu sendiri, bukan memakai helm karena ”takut” pada Polisi.
Pemilihan helm juga harus diperhatikan. Memilih helm harus berukuran standart, bukan helm yang seperti tempurung kelapa. Kalau helm yang seperti tempurung kelapa itu mending dipakai gayung untuk mandi saja. Sekarang semakin banyak produk-produk helm standart yang bagus, seperti BMC, Takachi, dsb.
Nah, sekarang helm menjadi semacam fashion. Bentuk-bentuk helm semakin bervariasi dan sangat disukai anak-anak muda. So guys, mari kita berlaku tertib di jalan.
Kamis, 31 Juli 2008
Jam kuliah sudah selesai, untuk mengisi waktu luang saya pergi ke perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang. Supaya lebih tenang membaca, saya langsung menuju ke lantai 3. di lantai ini banyak sekali terpajang buku-buku yang “langka” karena selain usia dari buku-buku sudah tua juga sudah jarang atau bahkan tidak ada dalam toko-toko buku. Tentunya saya berpikir semoga ada perawatan lebih intensif agar buku-buku langka ini tidak rusak.
Saya tertarik pada buku yang bergambar wayang. Pengarangnya adalah Anton E. Lucas, berjudul Peristiwa Tiga Daerah, Revolusi Dalam Revolusi. Pertama yang saya buka pada buku ini adalah halaman daftar isi dan kata pengantar. Menarik, buku ini diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirjo, salah satu sejarawan Indonesia. Buku ini aslinya adalah disertasi dari Antony E Lucas di Australian National University,
Buku memberikan informasi tentang pergolakan sosial yang terjadi di tiga daerah di pesisir utara Jawa Tengah, yaitu; Brebes-Tegal-Pemalang. Sejarah Tiga Daerah penting sebagai peristiwa local revolusi
Dalam Peristiwa Tiga Daerah ini menceritakan tentang penggulingan elite birokrasi masa kolonial oleh para revolusioner yang ”sakit hati” pada Oktober-Desember 1945. Tidak hanya digulingkan, malah terjadi gerakan sosial yang menimbulkan korban jiwa di pihak kalangan birokrat, bahkan sebelum dibunuh para birokrat ini di arak keliling kampung dulu (atau dalam buku ini disebut dombreng). Hal inilah yang membedakan dengan karya seajrah yang lain, seperti misalnya William H. Frederick yang membahas tentang Surabaya, yang tidak menimbulkan korban jiwa selama revolusi[2]. Atau dalam Taufik Abdullah (editor), Kumpulan tulisan tentang Sejarah Lokal, memuat tentang revolusi ditilik dari segi politik[3].
Karya ini menggunakan style Sejarah Sosial. Dari bab pertama sudah disuguhkan situasi dan kondisi pada masa kolonial, sehingga pembaca bisa merasakan apa yang terjadi pada waktu itu. Anton E. Lucas menggunakan sejarah lisan untuk menambah dan melengkapi sumber-sumber dokumen. Dengan teknik sejarah lisan (wawancara) rekonstruksi peristiwa-peristiwa di tiga daerah menjadi lebih hidup[4]. Tidak hanya peristiwa saja yang diceritakan, kehidupan sosial budaya di tiga daerah pada waktu itu juga diungkapkan dengan detail.
Elite-elite birokrat di tiga daerah merupakan pejabat yang diangkat oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Seperti yang sudah diketahui bahwa pada akhir abad 19 samapi awal abad 20 Belanda melakukan eksploitasi sumber alam untuk mengisi kas negara yang kosong. Untuk mengadakan eksploitasi itu Pemerintah Kolonial mengangikat para priyayi untuk dijadikan pejabat birokrasi yang menangani penyerahan pajak dan hasil bumi rakyat. Dari sinilah timbul korupsi yang dilakukan oleh birokrat priyayi tadi. Ketika Pendudukan Jepang para birokrat juga melakukan hal yang sama. Mereka memeras rakyat agar menetorkan padi dengan paksa. Hal ini dilakuakan oleh birokrat paling bawah, yaitu lurah, untuk menimbun hasil padi[5].
ada perlawanan dari rakyat terhadap birokrat pada masa Pendudukan Jepang. Seperti yang terjadi pada insiden Comal. Dalam insiden ini Camat Raden Basirun tewas ditusuk bambu runcing karena dikeroyok warga. Warga Comal tidak suka pada perlakuan dari R. Basirun yang sering menggunakan kekerasan fisik[6].
Perlawanan rakyat terhadap pangreh praja, lurah, dan kaum birokrat yang lain semakin ”ganas” ketika pasca Proklamasi 17 Agustus 1945. Aksi-aksi yang terjadi adalah kekerasan yaitu merusak, merampok, membakar, atau bahkan membunuh. Seperti yang erjadi pada Juwito, bekas pegawai Jawatan pertanian yang tewas ketika rakyat membakar rumah lurah dan camat di Pemalang[7].
Ada ritual menarik pada revolusi ini, yaitu ritual dombreng. Pola ritual ini ada sebagai berikut. Kalau yang kedapatan, ia pun diseret keluar dan dipertontonkan di muka umum. Seringkali ia di dikalungi beras atau padi, dan diiringi bunyi ”breng dong breng” yang berasal dari kaleng kosong yang dipukul-pukul. Hal ini selalu terjadi di siang hari, supaya sebanyak mungkin orang dapat menyaksikan[8]. Aksi ini tidak lepas dari peran para Lenggaong[9] yang memimpin ritual dombreng. Para lenggaong ini juga mempunyai peran dalam Revolusi Tiga Daerah.
Struktrur birokrasi juga mengalami perubahan. Yang merubah adalah orang-orang dari organisasi seperti AMRI, API, Sareikat Rakyat dan PKI bawah tanah. Bahkan budaya pun juga berubah. Seperti dalam hal bahasa. Bahasa kromo dihilangkan, dan menggunakan bahasa ngoko untuk berkomunikasi. Hal ini bertujuan supaya terjalin keakraban dan menghilangkan sikap feodal.
Revolusi selalu terjadi pada suatu peristiwa yang menjadi peralihan jaman. Peristiwa Tiga Daerah ini terjadi pada peralihan masa dari masa Kolonial Hindia Belanda, Pendudukan Jepang, sampai proklamasi kemerdekaan. Proklamasi membuka pintu untuk kekuatan sosial dan politik, cita-cita dan nilai-nilai di kalangan masyarakat, yang sebelumnya tertindas atau tidak dapat ditampilkan[10].
Peralihan jaman pada 1965-1966 juga menimbulkan gejolak pada masyarakat. Juga pada 1998. karena itulah diperlukan suatu saling mengerti dan saling percaya antara pemerintah dan rakyat. Pemerintah harus selalu terbuka terhadap rakyat dan selalu memperhatikan nasib rakyat. Rakyat juga harus legowo dengan melaksanakan aturan-aturan pemerintah. Tetapi jika ada tindakan pemerintah yang menyeleweng, maka rakyat harus bertindak.
Hanya kedekatan penguasa dan rakyatlah suatu negara bisa makmur.
[1] Hal. 2.
[2]William H. Frederick, Pandangan dan Gejolak, Masyarakat Kota dan Lahirnya Revolusi Indonesia (Surabaya 1926-1946), Jakarta: Gramedia, 1989. Temporal dalam karya ini juga relatif panjang yaitu antara 1926-1946 dan puncak gejolaknya yaitu pada pertempuran 10 November 1945
[3] Taufik Abdullah, Sejarah Lokal
[4] Seperti pada karya disertasi lainnya, dala buku ini juga dilampirkan transkripsi wawancara dengan saksi mata. Selain itu juga terdapat foto, arsip, dan sumber pustaka.
[5] Hal. 41.
[6] Hal. 68.
[7] Hal. 204.
[8] Hal. 193.
[9] Orang yang mempunyai pekerjaan merampok/ mencuri barang. Ada juga Lenggaong yang merampok harta orang kaya untuk diberikan kepada orang miskin (seperti cerita robin hood saja...).
[10] Hal. 299.
tebal muka
aku mau ngenet gratis neh, la stop contactnya itu dah penuh. ada satu yang kosong tapi di aku harus mencabut salah satu steker terus tak pindah biar aku kebagian. stekerku kan model gemuk, la orang yang mau stekernya tak ganti tu steker yang kecil. waduh kok mumet gini!! jadi begini, steker gemuk tak pasang di pinggir dan steker yang kecil tak pasang di tengah. la punyaku yang besar (jangan mikir jorok lho ya!!!) tah pasang di pinggir. jadi kan pas. nah uniknya nih kan tadi sebelum pasang- memasang, orang yang punya laptpop agak mrengut, la gimana laptopnya tidak ada batrenya, jadi harus dimatikan dulu. sebenarnya ada colokan (stop contact) nganggur di depanku tapi ramai. la gak enaknya eh pas aku hampir malu karena gangguin dua cewek yang anunya (hayo..hayooo) tak copot terus tak pasang lagi, kata enaknya menganggu. la kok orang-orang yang ngenet di depanku dah selesai dan pada pergi. wah kalau tahu gitu aku ngenet di sana aja. tapi pokoke gue tebal muka deh.....
Rabu, 23 Juli 2008
PILGUB IN LOVE
Eh tau gk kawan ada cerita unik dari seorang temen nih. ternyata cinta dan nafsu itu tidak hanya ada di filem-filem atau di majalah-majalah, atau juga yang ada di internet apa yang di sebut kaum wajah mesum dengan nama BOKEP..... Ternyata eh ternyata dalam sebuah peristiwa seperti PILGUB ini ada yang hooootttttt
This is the story:
Pagi-pagi bangun. sebut saja namanya dengan inisial Bd, dia cewek men end statusnya menikah (jadi ente-ente muka mesum jangan coba-coba deketin!!!). Ya sebagai warganegara Indonesia yan g baik Bd melakukan pesta demokrasi dengan mencoblos dan masuk ke dalam dan goooollllll!!!! Ini bukan sepak bola dan sepak-sepak yang lain lho ya.....
Nah Bd ini pergi nyoblos dengan suaminya, sebut saja namanya Smk. Pasangan ini serasi lho sudah mempunyai 1 cucu (berarti sudah mbah-mbah donkkk). Eit jangan salah walaupun mbah-mbah,, tapi tenaga masih GRENGGGGG.... Berangkat deh ke TPS terdekat. dan coblos coblos dan coblos.... Selesai ya pulang.,,,
Nah all right baby this is the story begin....
sampai dirumah yang sepi dan agak gelap dan romantis sehingga menimbulkan hawa manusiawi yang haus akan gairah.... Smk langsung menutup pintu ketika mereka sudah masuk rumah. Dengan terkaman harimau, Smk menikam dengan beringas dari belakang tubuh Bd... Dan mulailah adegan-adegan meremas-remas. Tanpa ganti baju Smk langsung membopong Bd menuju ke sebuah ruangan tempat belangsungnya hawa panassss. Dan Ahhh pesta demoKRASI bagian kedua dimulai secara langsung, rahasia dan dengan berbagai macam gaya. Dan coblos-menncoblos pun berlangsung........ Bola digiring....... lalu di operkan dengan formasi segitiga....d an....dan....dannn....dannnn OH YESSSSSS.... GUOOOOOOLLLLLLLLLLL.......
Ps: This story only for adult......
Minggu, 29 Juni 2008
Brondong OK punya
Kata teman-teman c kita angkatan 2005 yang ikut SP kayak anak kecil aja, tapi biarin wong juga kita cari ilmu, bener gk kawan!!!??
Baru masuk SP aja sudah ada tugas2 banyak. Mungkin resiko kale ya, gpp deh yang penting semangat gitu. Tugas ini adalah dari mata kuliah Sejarah Maritim, dosennya namanya P. Mashuri (sudah Pak, ada Mas nya lagi). Sebenarnya bukan tugas, tapi rekreasi sambil meneliti. Ya sama AJA. Bagiku ini merupakan keasyikan, sambil menyelam buang air dan buang gas....
Tempat meneliti kita disepakati di pantai Brondong, Paciran, Lamongan. Bayanganku, wah ini tempat asyik, jadi setelah meneliti nantinya aku mau "kecek" di air. Sudah lama aku tidak melihat laut. Kita sepakat berangkat jam 5 pagi pada 28 Juni 2008 berkumpul di depan LPM, tempat biasa orang kumpul-kumpul (bukan kumpul sapi, kambing atau kebo). Oh ya kelompokku ada 8 orang, yaitu aku, Ubed, Hunter, si pendiam tapi menyakitkan Hendri, duo Luk (Luk2 dan Lu2k), Gilang, dan Lusi. Yang nyopir kakanya Lusi, Mas Lukas.
di kamar kos aku sudah membayangkan pantai, laut, banyak ikan, pokoke indah deh. terlarut dalam bayang-bayang aku tertidur...........
Nyenyak sekali tidurku, la kok kebablasan.... Jam 5 aku baru bangun. Wah kalau tidak di mised call ama Lu2k aku gk bakal bangun ini. Wah langsung aja bangun gk perlu mandi, cuci muka, wudhu, Subuhan, langsung tancap gas ke Asramanya Hunter. EE la kok Hunter juga baru bangun, malah lama di kamar mandi, lagi boker sapi kalee lama banget...
Si Lu2k Mursidah, ibu negara, marah-marah pas nelpon aku. Suruh cepat katanya atau aku&Hunter dideportasi.
Ketika udah siap aku&raja boker (Hunter) dah menuju ke LPM ternyata kita dijemput. Enak neh, wis gk usah pakai lama... Eh ternyata Lu2k, Gilang, dan Hendri dah di LPM sejak jam 4 pagi,pas itu aku lagi mimpi indah berjalan di tepi pantai.
Nah apalagi ni si Ubed, dah rupanya kayak rambut semua, ehh di jemput malah narik selimut lagi. Langsung aja Hunter menendang "anunya" berteriak-teriaklah dia seperti singa...
Ubed: " Waduuuuhhhh nde remaahhhh!!!!"
Hunter:" Hei, ikut ke Lamongan gk??!!! Ayo cepet!!!"
dengan logat Madura Ubed langsung ke kamar mandi. Wuah ternyata gk hanya aku thok yang malas mandi....
selesai, siap, lengkap semua, ayo berangkat ke pantai........
Sepanjang perjalanan ngantuk semua.... tapi semua terbangun tatkala Ubed dengan logat Maduranya teriak-teriak nerima telpon...
Ubed:"WOi, nde remah, sengkok bedhehehehe dakdeinfdisiefndllzlds""""
Hunter: "Bed jangan ngomong jorok donk!!!!!!"
wah kata-katanya penuh reduplikasi," sengkok di bil-mobil, mau ke Lamongan, ntr aja mu-ketemu di pus kampus, ato di mah-rumahku. be'en dan kan-makan??Sengkok tak len-jelen lu dulu ya"... KAlau bicara kayak orang keselek cicak dan tokek......
Daerah Paciran ini memang pesisir, dari jalan saja sudah terlihat laut. Ternyata macet juga di Paciran, apalagi kalau lewat pasar..
Akhirnya pantai yang ditunggu-tunggu sampai juga. Wah laut....
Tapi la kok baunya amis banget, kayak bau ikan???? Wah ternyata ini Tempat Pelelangan ikan, pantas saja!!!!
Di sana kita disangka wartawan, la iya pada bawa tas, buku, dan kamera. Trus ada anak kecil yang minta di suting dan difoto...
Aku dan teman-teman jalan-jalan di TPI ini.... Banyak ikan, perahu...Aku mencari pantai yang biasanya kok gak ada, yang ada hanya pelabuhan dan tempat tambat perahu/kapal yang mau ngelelang ikan...
Oke lah gpp yang penting tujua kita disini adalah meneliti. tidak ada 1 langkah berjalan aku tercebur kolam limbah ikan.... Waduh amis banget kena celana lagi. Wah jadi ikan asin deh aku.... MAna temen2 cuma ketawa lagi, ditambah ada anak kecil yang tadi "hahahahaha.... wartawan kok kecemplung, ati2 mas di luar banyak kucing!!!"" Edan apa emangnya aku pindang!!!!!
Wauauauah pokoknya pantai Brondong, Lamongan OK punya>>>>>!!!!!!
Rabu, 25 Juni 2008
Tragedi Gurami Bakar
TRAGEDI GURAMI BAKAR
Sabtu pagi 21 Juni 2008 biasa aku bangun agak siang, la gumana gkm ada kuliah kok, nganggur, ya udah ngebo aja. Maklum lah semalam aku dan kawan-kawan lagi lihat Euro (padahal aku ketiduran pas nonton). Sambil nguap-nguap aku menuju ke kamar mandi, langsung deh aku mandi. Mataku mulai melek lebar-lebar ketika air mulai menyentuh badanku. Busyet hawa
Pagi ini rencananya teman-teman sekosan mau ngajak rekreasi dan tour ke Selecta. Ya walaupun tidak semua teman kosan ikut. Kita berangkat hanya anak enam, aku sendiri dengan pacar tersayangku, Syam dengan pacarnya juga, dan pasangan serasi terbaru tahun ini Yanwar (Si Coklat) dan Gesang (Si Stroberry). Gk tau Yanwar dan Gesang ini kok jadi mesra banget akhir-akhir ini. Setiap hari berdua terus, bahkan kalau bobok pun berdua… jadi iri aku melihatnya.
Oke kembali ke topic, ini merupakan liburan yang sangat mesra, menyenangkan, dan sekaligus menyeramkan… Gk salah juga aku ikut rombongan ini. Selain belum tahu Selecta (sebenarnya pernah sekali ketika aku bau kencur), cari kesibukan dan kita gk pernah main-main bersama.
Perjalanan lancar-lancar saja, peristiwa besar terjadi tatkala aku melintasi garis batas pembelian karcis. Aku dengan sengaja melewati garis batas itu dengan tidak membayar karcis. La gimana di depanku ada cewek berkendaraan Mio melaju kencang dengan amannya dan lancarnya tanpa membayar. Ya gw langsung tancap gas aja. Eee malah dua motor dibelakangku (Syam dan Pasangan Mesra) ikut-ikutan nyelonong. Dan akhirnya hujatan kata-kata Jawa Timuran yang paling halus keluar dari mulut Satpam yang jaga pos karcis
Karcisman: Daaa#####k heiii bayar!!!!
La sampai di depan pos yang kedua kita dicegat oleh Satpam lagi. Dia menanyakan karcis pada kita. La kita kagak punya donkkk. Akhirnya dengan wajah tanpa dosa kita meminta maaf dan membeli karcis di pos kedua itu…
Akhirnya bisa masuk juga. Kita jalan-jalan masuk ke dalam lihat-lihat bukit-bukit indah nan permai. Bagus banget deh pokoke. Syam dan pacarnya (sebut saja Tissa) sedang main india-indiaan di taman bunga. Wah mesra banget kayak Kuch-kuch hotahe aja…….
Bagaiamana dengan pasangan termesra kita??? Yanwar dan Gesang ternyata melintas ke perbukitan mencari tempat untuk berdua saja…….. sekilas informasi kawan, ternyata banyak tempat sepi dan romantis di Selecta. Silahkan kalau mau kesana dengan membawa pacarnya, baik yang sejenis maupun yang berlainan. hari semakin siang membuat kami lapar, akhirnya sepakat kami turun gunung seperti murid shaolin yang selesai belajar kung fu, mencari tempat makan yang enak. Tadi pas diperjalanan pacarku lihat sebuah warung yang kelihatannya enak dan dia mendapat rekomendasi dari teman-temannya kalau tempat ini enak. Tempat ini adalah Warung Bambu.
Sebenarnya Gesang sudah merasa tidak enak ketika kita merapat kesebuah tempat parkir yang hanya dipenuhi oleh mobil-mobil mewah. Motor kami diparkirkan ditempat yang nyempil dan sempit karena saking banyak mobil. Aku juga punya pikiran yang sama seperti Gesang, soalnya aku tidak membawa uang, tadi saja karcis dan lain sebagainya termasuk bensin dibayar dulu oleh pacarku (pacarku ini memang baik deh orangnya).
Masuk ke dalam semakin asyik, padahal kita nanti tidak tahu kalau ada sebuah tragedi. Warung bambu ini sangat asyik, bagus, dan ueeenaak tempatnya. Tempatnya sejuk karena bangunannya terbuat dari bambu dan dibawahnya ada kolam ikan koi. Ikannya banyak sekali. Setelah dapat tempat duduk mulai kita merundingkan harga. Kawan, ternyata harganya tidak pas dengan kantong kita. Apalagi kita sebagai anak kos, tentu daftar harga itu wuiiih lumayan mencekik leher.. Semua di atas 5000 rupiah, padahal dengan uang segitu aku udah makan nasi+lauk yang banyak dan dapat minum lagi.. La ini??? Tapi dengan cerdik pacarku mengusulkan trik, yaitu membeli satu porsi gurami baker dan 5 nasi putih dalam wakul, yang lain mesan es jeruk, soda, jahe, aku, Gesang dan Syam minum air putih saja.
Laammaa sekali pesanan kita datang. Aku sudah membayangkan sebuah gurami dengan ukuran besar terus di bagi enam orang. Melihat ikan-ikan yang banyak di kolam aku membayangkan kalau mereka di masak atau dibakar, pasti uenaak. Dan inilah yang ditunggu-tunggu, pesanan kita datang. Tak seperti kubayangkan ternayta ikannya tidak begitu besar dan panjang. Panjangnya sekitar 40 cm dan lebarnya 20 cm. Dan ini harus dibagi anak enam. Nasinya pun juga ya boleh dibilang sedikitlah. Wong biasanya aku dan teman-teman kosan kalau beli nasi, nasinya sangat banyak. Kita anak kos lebih mementingkan kuantitas daripada kuantitas.
Dengan terpaksa dan penuh penghayatan kami makan seadanya, dan ikan gurami yang tergeletak dengan luka bakar yang terlihat lezat habis dengan cepat dimakan oleh 6 manusia yang kelaparan. Semuanya kena bagiab tubuh yang banyak dagingnya kecuali Syam.
Syam: “
Analisis Syam ternyata salah, di bagian kepala gurami itu tidakada daging sama sekali, yang ada hanya tulang-tulang ikan. Dengan menyedihkan Syam mencungkil daging yang masih tersisa sedikit di kepala dan tulang-tulang (duri) gurami..
Kamu tau kawan kita habis Rp. 80.000,- Cuma makan segitu. Untung saja Syam bawa banyak uang, soalnya dia baru pulang ke rumah. Sudah dapt durinya thok, e disuruh bayarin, nasibmu Syam….
Tapi setidaknya ini merupakan pengalaman yang sangat menarik dan sekaligus menyeramkan. Hampir kita pulang dengan tidak membawa uang sepeserpun.
Sampai rumah kos, Syam berteriak teriak
Syam: “HAAI KEMBALIKAN UANGGGKUUU, GANTII RUGIII!!!!:”